Friday, May 10, 2013

Menstruasi Pada Wanita

Menstruasi adalah proses keluarnya darah melalui vagina yang disebabkan oleh aktivitas hormon dalam tubuh. Darah menstruasi berasal dari luruhnya dinding sebelah dalam rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah.
Setiap bayi perempuan yang baru lahir, memiliki indung telur (ovarium) yang mengandung ratusan ribu sel telur. Ovarium adalah organ di kiri dan kanan rahim yang terletak di rongga pinggul. Saat wanita memasuki masa pubertas, ovarium mengeluarkan sel telur (ovum) sebulan sekali. Sel telur yang matang akan berpotensi untuk dibuahi oleh sperma. Bila ternyata tidak terjadi pembuahan maka sel telur akan mati dan terjadilah perubahan pada komposisi kadar hormon. Perubahan hormon ini akan menyebabkan dinding rahim yang telah disiapkan tadi luruh dan terjadilah menstruasi.

Siklus menstruasi
Siklus menstruasi wanita berbeda-beda. Siklus normal rata-rata adalah 28 hari, terdiri atas fase darah keluar (hari 1-5), fase pra-ovulasi (hari 6-13), fase ovulasi (hari 14), dan fase pascaovulasi (hari 15-28).

Unsur/zat yang hilang saat menstruasi
Jumlah darah yang keluar selama proses menstruasi bersifat naik turun. Biasanya pada hari pertama jumlahnya sedang atau sangat banyak, kemudian menurun pada hari berikutnya. Rata-rata darah menstruasi yang keluar adalah 50 ml. Darah ini mengandung jaringan, enzim, dan zat yang sebenarnya masih diperlukan oleh tubuh. Salah satu zat utama yang hilang adalah zat besi yang banyak terkandung dalam hemoglobin sel darah merah.


Gejala fisik akibat hilangnya zat saat menstruasi
Beberapa keluhan sering muncul saat wanita mengalami menstruasi. Keluhan tersebut antara lain sakit kepala, sakit punggung, sakit perut, badan lemah, depresi, dan ketidakstabilan emosi lainnya. Sakit perut disebabkan oleh luruhnya darah pada dinding rahim. Depresi dan emosi yang tidak stabil disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Pusing dan badan lemah disebabkan oleh hilangnya beberapa zat dalam tubuh sehingga keseimbangan metabolisme tubuh terganggu.

Penelitian tahun 2008 menunjukkan 86,7% wanita menstruasi menderita sakit perut dan pinggang, 63,2% merasa lemah fisik, dan 70,7% memiliki mood (kondisi psikologis) yang kurang stabil. Selama mengalami menstruasi 10,7% wanita mengalami gangguan kesehatan dan 45,7% mengonsumsi obat khusus saat menstruasi. Sebanyak 20% wanita merasa tidak nyaman dalam hubungan sosialnya selama menstruasi, 21% terganggu aktivitas di tempat bekerja, dan 35% tidak bisa menjalankan aktivitas olahraga





No comments:

Post a Comment

Post a Comment